Menjelang Kehadiran Presiden Prabowo, Pasukan Kebersihan Eco-Pesantren dan IKABU Bahu-Membahu Amankan Kebersihan Muktamar NU ke-35
TAMBAKBERAS – Momentum krusial terjadi di sela-sela perhelatan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul 'Ulum Tambakberas, Jombang. Di saat Sidang Pleno 4 masih berlangsung dan belum sepenuhnya selesai, puluhan personel yang tergabung dalam pasukan kebersihan khusus telah menunjukkan dedikasi dan kesolidan yang luar biasa di lapangan. Pasukan gabungan ini bersiaga penuh untuk memastikan seluruh area steril dan bersih dari sampah. Langkah cepat ini diambil sebagai respons taktis karena pada pukul 09.00 WIB pagi, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan hadir secara langsung untuk menutup secara resmi agenda akbar warga Nahdliyin tersebut.

Ketegangan waktu yang sangat mepet antara berakhirnya Sidang Pleno 4 dengan upacara penutupan oleh Kepala Negara menuntut koordinasi tingkat tinggi. Pasukan kebersihan yang terdiri dari sinergi tim Eco-Pesantren, Ikatan Keluarga Alumni Bahrul 'Ulum (IKABU), serta civitas akademika Yayasan Pondok Pesantren Bahrul 'Ulum (YPPBU) Tambakberas, langsung membagi wilayah tugas secara sistematis. Dengan membawa peralatan kebersihan lengkap, mereka menyisir area utama persidangan, selasar gedung, hingga area luar yang dipadati oleh para muktamirin dan penggembira. Soliditas ini menjadi kunci utama agar tidak ada penumpukan sampah yang dapat mengganggu estetika dan kenyamanan acara kenegaraan yang beberapa jam lagi akan dimulai.
Kehadiran tim Eco-Pesantren dalam aksi bersih-bersih ini membawa misi penting mengenai kampanye kelestarian lingkungan di lingkungan pesantren. Tidak sekadar membuang sampah, mereka juga melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik secara cepat di tengah kerumunan massa. Bersama dengan para alumni yang tergabung dalam IKABU-YPPBU Tambakberas, gerakan ini menunjukkan bahwa pengabdian atau khidmah kepada organisasi dan pesantren tidak hanya dilakukan di meja sidang, melainkan juga melalui tindakan nyata menjaga kebersihan lingkungan. Para relawan ini tampak tidak kenal lelah, saling menyemangati satu sama lain di bawah koordinasi instruktur lapangan yang terus memantau pergerakan kebersihan venue utama.
Pihak panitia lokal muktamar mengapresiasi tinggi kesolidan tim kebersihan ini yang bekerja dalam senyap namun memberikan dampak yang sangat masif. Mengingat protokol keamanan dan kenyamanan Kepresidenan yang sangat ketat, kebersihan area utama menjadi salah satu poin penilaian penting kelayakan lokasi sebelum Presiden Prabowo Subianto beserta jajaran menteri Kabinet Merah Putih memasuki area utama pesantren Tambakberas. Sinergi antara konsep ramah lingkungan dari Eco-Pesantren dengan militansi para alumni IKABU terbukti menjadi formula sukses dalam mengatasi potensi darurat sampah pada momentum-momentum kritis muktamar.
Hingga menjelang subuh, ketika dinamika Sidang Pleno 4 mulai memasuki tahap akhir, area sekitar lokasi utama muktamar terpantau bersih, rapi, dan siap menyambut kedatangan rombongan kepresidenan. Upaya spartan dari pasukan kebersihan ini menjadi salah satu potret sukses di balik layar yang memastikan Muktamar NU ke-35 di Tambakberas berjalan dengan sukses, khidmat, dan meninggalkan kesan mendalam yang ramah lingkungan. Keberhasilan mitigasi kebersihan ini membuktikan bahwa kesiapan fisik dan kedisiplinan para relawan lokal mampu menjawab tantangan besar dalam menyelenggarakan acara berskala nasional di lingkungan pesantren.
