JOMBANG — Gelaran akbar Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menyita perhatian publik nasional dengan hadirnya sejumlah tokoh penting dari berbagai penjuru tanah air. Salah satu momen hangat yang mencuri perhatian para peserta dan jurnalis di lapangan adalah kehadiran Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pagar Nusa, H. Muchamad Nabil Haroen, atau yang akrab disapa Gus Nabil. Kehadiran pemimpin tertinggi badan otonom pencak silat milik NU tersebut menegaskan komitmen dan loyalitas tanpa batas kader Pagar Nusa dalam mengawal jalannya forum tertinggi organisasi Islam terbesar di dunia ini.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi pada Jumat, 28 Agustus 2026, Gus Nabil tiba di area Sidang Pleno yang dipusatkan di Pondok Pesantren Tambak Beras, Jombang. Sejak melangkahkan kaki di gerbang utama area sidang, kedatangan tokoh muda kharismatik ini langsung disambut riuh dan antusias oleh ratusan pasukan inti Pagar Nusa yang tengah bertugas mengamankan jalannya acara. semangat di tengah cuaca Jombang yang cukup terik siang itu. Pasukan inti tampak berbaris rapi memberikan penghormatan militeristik yang khidmat kepada sang ketua umum.
Sikap Humanis dan Teladan Kesederhanaan Gus Nabil

Meskipun menjabat sebagai tokoh penting di lingkungan Banon PBNU, ada pemandangan menarik sekaligus menginspirasi yang tertangkap kamera. Karena padatnya ruang sidang oleh ribuan utusan dari berbagai wilayah, Gus Nabil dilaporkan tidak kebagian kursi di barisan VIP yang biasanya disediakan untuk para pejabat tinggi dan undangan khusus. Alih-alih merasa keberatan atau meminta perlakuan istimewa dari panitia, legislator DPR RI tersebut justru terlihat sangat santai dan tetap penuh semangat berbaur dengan para muktamirin (peserta muktamar) lainnya untuk mengikuti jalannya Sidang Pleno I dari barisan kursi biasa di bagian belakang.
Bagi para pasukan inti dan kader Pagar Nusa yang berjaga di sekitar lokasi, teladan nyata yang ditunjukkan oleh Gus Nabil ini menjadi pelecut semangat yang luar biasa. Salah seorang koordinator lapangan pengamanan menyatakan bahwa sikap bersahaja sang ketua umum membuktikan bahwa esensi dari berkhidmat di Nahdlatul Ulama adalah pengabdian yang tulus, bukan fasilitas ataupun status protokoler. Kehadiran Gus Nabil di tengah-tengah peserta biasa justru dinilai semakin mempererat hubungan emosional antara pimpinan pusat dengan kader di tingkat akar rumput yang sedang berjuang menyukseskan muktamar.
Sidang Pleno I Muktamar ke-35 NU di Tambak Beras ini sendiri mengagendakan pembahasan tata tertib persidangan serta arah strategis organisasi untuk memasuki abad kedua Nahdlatul Ulama. Hingga berita ini diturunkan, jalannya sidang berlangsung dengan sangat kondusif di bawah pengamanan ketat berlapis dari unsur TNI, Polri, serta sinergi antara Banser dan Pagar Nusa. Sikap kesatria dan dedikasi tanpa pamrih yang ditunjukkan oleh Gus Nabil hari ini diharapkan menjadi cerminan bagi seluruh kader NU di seluruh penjuru dunia untuk senantiasa mengutamakan kepentingan jam'iyah di atas kepentingan pribadi.