WONOSALAM | Upaya memperkuat fondasi keagamaan dan mencetak generasi muda berkarakter Qur'ani terus digalakkan di Kabupaten Jombang. Pada Selasa, 20 Oktober 2026, suasana khidmat menyelimuti Pondok Pesantren Salafiyah Hamidiyah Kembang Kuning, Kecamatan Wonosalam, yang menjadi lokasi pelaksanaan agenda krusial berupa Tasmi' Al-Qur'an Juz 30 sekaligus Simulasi Pra-Munaqosyah Juz 30. Kegiatan spiritual dan akademis ini diselenggarakan secara resmi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang sebagai langkah strategis dalam mengukur mutu hafalan para siswa serta mempersiapkan mereka secara matang menghadapi ujian munaqosyah tingkat kabupaten yang akan datang. Ratusan peserta yang terdiri dari para pelajar sekolah dasar tampak antusias dan penuh kesungguhan dalam mengikuti setiap tahapan pengujian hafalan Al-Qur'an tersebut.

Keberhasilan pelaksanaan kegiatan berskala daerah ini tidak terlepas dari kolaborasi yang solid serta sinergi antar lembaga pendidikan di wilayah tersebut. Pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang memegang peranan utama sebagai pemrakarsa dan penanggung jawab kegiatan, sementara teknis pelaksanaannya di lapangan digerakkan oleh panitia lokal yang terdiri dari para Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) serta Pembimbing Ekstra Keagamaan Islam yang berpengalaman. Dukungan penuh juga diberikan oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Wonosalam yang turut mengawal kelancaran sarana dan prasarana. Pemilihan Pondok Pesantren Salafiyah Hamidiyah Kembang Kuning sebagai tempat kegiatan dinilai sangat tepat karena mampu menghadirkan atmosfer religius yang kondusif, sehingga memberikan ketenangan dan fokus maksimal bagi para siswa yang diuji.
Dalam teknis pelaksanaannya, prosesi Tasmi' Al-Qur'an menuntut setiap peserta untuk memperdengarkan lantunan hafalan Juz 30 secara murni di hadapan para penguji dan penyimak tanpa melihat mushaf. Sementara itu, tahapan simulasi pra-munaqosyah dirancang sedemikian rupa agar merepresentasikan suasana ujian resmi munaqosyah yang sebenarnya. Para penguji yang terdiri dari tenaga pendidik PAI dan pembimbing keagamaan memberikan penilaian secara komprehensif, mencakup aspek ketepatan tajwid, fasahah, makhraj huruf, hingga kelancaran hafalan. Melalui simulasi ini, para siswa tidak hanya dilatih secara akademis, tetapi juga ditempa secara mental agar mampu mengendalikan rasa gugup serta memiliki kepercayaan diri yang tinggi saat berhadapan dengan tim penguji munaqosyah kelak.

Pelaksanaan kegiatan Tasmi' dan simulasi pra-munaqosyah ini diakui menjadi angin segar bagi penguatan pendidikan karakter berbasis keagamaan di Kabupaten Jombang, yang dikenal luas sebagai Kota Santri. Melalui sinergi antara Dinas Pendidikan, pengajar PAI, pembimbing ekstra keagamaan, dan K3S Wonosalam, program ini diharapkan dapat menjadi tolok ukur standar kualitas pembelajaran Al-Qur'an di sekolah-sekolah umum. Lebih dari sekadar ujian rutin, agenda ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam melahirkan generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia dan berpegang teguh pada nilai-nilai Al-Qur'an. Harapan besar tertumpu agar para peserta dapat lulus dengan predikat terbaik pada ujian munaqosyah mendatang serta membawa keberkahan bagi lingkungan masyarakat.